(Desa Simoangin-angin, Sidoarjo, 20 Juni 2023)
Sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kelor sebagai antibiotik herbal telah berhasil dilaksanakan di Balaidesa Desa Simoangin-angin, Sidoarjo. Acara ini dihadiri oleh sekitar 40 ibu-ibu PKK Desa Simoangin-angin yang antusias untuk memperoleh pengetahuan mengenai manfaat kesehatan kelor serta cara pembuatannya.
Dalam acara ini, materi diisi oleh Bapak Muhammad Taufiq Hidayat, S.Si., M.Si, dosen D-IV Analis Kesehatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Beliau menjelaskan secara detail tentang manfaat kelor bagi kesehatan serta memberikan pengetahuan tentang cara pembuatan kelor. Kelor, juga dikenal sebagai Moringa oleifera, telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional karena kandungan alami yang kaya akan nutrisi dan zat aktif yang bermanfaat bagi tubuh.
Salah satu fokus utama dari kegiatan ini adalah edukasi dan diseminasi hasil penelitian tentang kelor sebagai antibakteri herbal. Seminar dan workshop diadakan untuk memberikan informasi tentang ekstrak kelor serta tanaman obat lain yang memiliki potensi sebagai antibakteri, untuk membantu mengatasi penyakit infeksius. Peserta juga diberikan pengetahuan mengenai cara penggunaan yang bijak terkait pengobatan menggunakan antibiotik alami ini.
Selain itu, dalam rangka memperluas pengetahuan masyarakat tentang kelor sebagai antibiotik herbal dan penggunaan antibiotic yang bijak, brosur dan buku panduan telah dibuat. Materi tersebut akan dibagikan kepada masyarakat secara luas agar dapat diakses oleh semua orang yang tertarik untuk memanfaatkan kelor sebagai alternatif pengobatan.
Selanjutnya, pelatihan pembuatan teh kelor juga dilaksanakan dalam kegiatan ini. Teh kelor merupakan salah satu cara populer untuk mengonsumsi kelor, karena pengolahannya yang sederhana dan dapat dinikmati oleh semua kalangan. Peserta pelatihan diberikan pengetahuan dan panduan langkah demi langkah untuk membuat teh kelor yang nikmat dan menyehatkan. Manfaat teh kelor bagi kesehatan pun dijelaskan secara rinci, termasuk kandungan antioksidan, vitamin, dan mineral yang terkandung di dalamnya.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi warga Desa Simoangin-angin. Dengan pengetahuan yang diperoleh, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan kelor sebagai sumber pengobatan alami yang efektif dan aman. Selain itu, melalui edukasi dan diseminasi hasil penelitian, diharapkan kesadaran akan penggunaan antibiotik yang bijak dapat meningkat, sehingga penggunaan antibiotik alami seperti kelor dapat menjadi pilihan yang lebih baik dalam mengatasi infeksi.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam menjaga dan mengembangkan tradisi pengobatan herbal yang telah ada sejak lama, serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat alamiah yang terkandung dalam tumbuhan. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat dan memperkaya pengetahuan mengenai pengobatan alami yang berkelanjutan.


