Penggiat konservasi sering mengalami kesulitan untuk mengkomunikasikan konsep kompleks keanekaragaman hayati (keanekaragaman genetik, spesies, dan lingkungan) dan bagaimana interaksi ekologis tersebut mempengaruhi kesejahteraan manusia. Media umumnya memberikan informasi yang tidak lengkap dan tidak seimbang kepada masyarakat umum sehingga meninggalkan celah besar dalam pengetahuan dan pemahaman yang dapat menghalangi kemampuan seseorang untuk membuat keputusan yang baik terkait konservasi. Seni bisa menjadi alternatif untuk menyampaikan pesan penting konservasi. Arrieta (2014) dalam sebuah tesisnya di University of Edinburgh melakukan penelitian untuk mengkaji kesadaran masyarakat tentang istilah keanekaragaman hayati, mengukur kemampuan seni gambar mural untuk menyampaikan konsep keanekaragaman hayati yang kompleks, dan menentukan apakah gambar mural ini dapat menjadi pendorong bagi masyarakat untuk secara aktif mencari pengetahuan terkait keanekaragaman hayati. Untuk pekerjaan tesis tersebut, seni mural dibangun di ruang publik (di Boynton Beach, FL U.S.A.) sebagai sarana untuk menguji pendekatan baru dalam mengkomunikasikan informasi keanekaragaman hayati dan meningkatkan kesadaran kepada masyarakat.
Dalam penelitian lain Curtis et al. (2012) menemukan bahwa seni menyediakan atmosfer yang kondusif untuk menerima informasi dan mendorongnya sebagai cara alternatif untuk mengkomunikasikan sains. Seni dapat mensintesis dan menyampaikan informasi saintifik yang kompleks, memberikan cara baru untuk melihat suatu issue, menyentuh emosi manusia, dan membuat atmosfer selebrasi. Curtis (2011) menyarankan bahwa pembentukan kerjasama dengan komunitas seni bisa meningkatkan efisiensi penyampaian pesan kepada masyarakat umum. Dalam studi kasus yang ditampilkan pada soal, mural bergambar kupu-kupu terancam punah tersebut bisa menjadi satu cara atau suatu bentuk protes yang bisa menarik perhatian masyarakat sehingga mendapatkan dukungan masyarakat dan mendapatkan atensi dari pemerintah. Diharapkan hal ini dapat mencegah keputusan pembangunan Dakota Access Pipeline yang bisa membahayakan sumber air dan keanekaragaman hayati.
Secara keseluruhan bisa disimpulkan bahwa seni bisa digunakan sebagai media komunikasi yang baik untuk menyampaikan informasi penting dan kompleks tentang pentingnya konservasi biodiversitas sehingga menggerakkan masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam upaya konservasi biodiversitas. Minimal, seni bisa menarik perhatian masyarakat yang kemudian bisa mengarahkan pada keinginan masyarakat untuk mengetahui tentang pentingnya konservasi biodiversitas.
Salah satu contoh kampanye konservasi biodiversitas melalui seni adalah karya dari Jane Kim. Jane Kim adalah seniman, ilustrator sains, dan pendiri Ink-Dwell yang menciptakan seni untuk meningkatkan kesadaran menjaga alam. Proyek Migrating Mural adalah serangkaian mural yang dilukis di sepanjang koridor migrasi. Migrating Mural pertama menampilkan domba bighorn Sierra Nevada. Jane sudah mulai mengerjakan empat mural di sepanjang California's Highway 395. Dengan menghadirkan hewan langka dan luar biasa ke mata publik, Jane berharap dapat membantu mengumpulkan dana yang diperlukan untuk upaya menyelamatkan hewan ini dari daftar spesies yang terancam punah dalam satu dekade dan untuk mendapatkan dukungan komunitas yang akan membantu melindungi domba bighorn Sierra Nevada. Mural ini menggambarkan tahapan pertumbuhan seekor domba jantan dari seekor domba berumur dua bulan menjadi seekor domba dewasa berumur delapan tahun. Lukisan dinding tersebut juga menggabungkan profil ikonik Gunung Williamson, rumah salah satu dari tiga kawanan domba bighorn Sierra yang masih hidup.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar